Astaga Salim Pere Diduga Bohongi Publik

REDAKSITIMOR.COM, Dobo, Kepulauan Aru,- Direktur Utama CV. Varia Karya Teknika Salim Pere yang menangani paket pekerjaan Longsegment Jalan Raya Pemda Kabupaten Kepulauan Aru diduga telah membohongi Publik dengan hasil uji LAB matrial batu yang digunakan pada pekerjaan tersebut.

Bacaan Lainnya

Bagaimana tidak, ternyata hasil uji LAB yang diserakan Direktur Utama CV. Varia Karya Teknika pada Komisi III DPRD Kabupaten Kepulauan Aru saat Rapat Dengar Pendapat (RDP) di Ruang Rapat Komisi III, Kamis (12/09/2024) adalah hasil uji LAB mantrial batu untuk paket pekerjaan Preservasi Gereja Imanuel Kantor Kejaksaan dan bukan untuk paket pekerjaan Longsegment Jalan Raya Pemda Kabupaten Kepulauan Aru yang akhir-akhir ini ramai di soroti publik.

Pada hasil uji LAB oleh Laboratorium pengujian bahan dan peralatan berat Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Provinsi Maluku merekomendasikan sampel batu galian Quary yang memenuhi syarat, sementara itu Salim Pere saat dikonfirmasi Wartawan Via Tlpn, Kamis (12/09/2024), mengaku matrial batu yang digunakan adalah batu gunung.

Ironisnya, dokumen hasil uji LAB tersebut hanya 3 lembar yang isinya adalah pengujian kuat tekanan batu serta dokumentasi sampel batu diatas alat uji LAB dan tidak ada penjelasan secara rinci mengenai hasil matrial batu tersebut hingga ke kesimpulan akhir.

“Memang dong punya hasil Uji LAB hanya tiga lembar ini saja, tidak ada dia punya kesimpulan,’’ ujar Wakil Ketua Komisi III DPRD Kabupaten Kepulauan Aru, Luis Angker yang ditemui Wartawan di Ruang Rapat Komisi III, Kamis (19/09/2024).

Perlu diketahui bahwa pada beberapa hasil riset, yang dimaksudkan dengan Batu Quarry adalah batu yang berasal dari penambangan di lokasi yang disebut Quarry, yaitu lokasi pertambangan terbuka untuk mengambil bahan galian industri atau mineral industri. Bahan galian yang ditambang di Quarry bisa berupa batu gamping, marmer, granit, dan andesit.

Jika demikian, maka matrial batu yang digunakan untuk paket pekerjaan Longsegment Jalan Raya Pemda Kabupaten Kepulauan Aru patut dipertanyakan karena hingga saat ini tidak ada tambang, atau penambangan terbuka di Kabupaten Kepulauan Aru, sementara Salim Pere dalam keterangannya kepada Wartawan Via Tlpn, mengaku tidak mendatangkan matrial batu dari luar, melainkan menggunakan matrial batu lokal.(Tim)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *