RT.COM, Pekan Olahraga dan Seni (Porseni) SMA Negeri 1 Ambon tak sekadar menjadi ajang perebutan juara. Di balik berbagai pertandingan dan pertunjukan seni, sekolah ingin mendorong siswa untuk lebih aktif bergerak, berkarya, membangun kebersamaan, sekaligus mengurangi ketergantungan pada telepon seluler.
Porseni digelar dalam rangka memperingati HUT ke-69 SMA Negeri 1 Ambon, menyambut HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia serta HUT Provinsi Maluku. Kegiatan berlangsung sejak Senin (10/8/2026) dan dijadwalkan berakhir pada Sabtu (15/8/2026).
Kepala SMA Negeri 1 Ambon, Dra. E Laturiuw, M.Si., mengatakan kegiatan tersebut dirancang sebagai wadah bagi siswa untuk mengembangkan bakat, kreativitas dan karakter, bukan hanya untuk mencari pemenang.
“Tujuan utama Porseni sebenarnya memupuk kreativitas dan membangun sportivitas anak-anak di sekolah. Selama empat hari mereka mengikuti berbagai kegiatan dan perlombaan, sehingga mereka lebih aktif berkegiatan dan tidak hanya bermain HP,” kata Laturiuw kepada wartawan, Jumat (14/8/2026).
Beragam cabang olahraga dan seni turut dipertandingkan, mulai dari basket, voli, gawang mini, badminton, fotografi, melukis hingga berbagai permainan lainnya. Melalui kegiatan tersebut, siswa dilatih untuk bekerja sama, disiplin, menaati aturan dan menerima hasil pertandingan dengan lapang dada.
Untuk menjaga objektivitas, sekolah juga melibatkan juri dari luar dalam sejumlah perlombaan. Menurut Laturiuw, langkah itu sekaligus mengajarkan kepada siswa bahwa sebuah kompetisi harus berlangsung secara profesional, adil dan menjunjung aturan.
Selain olahraga, kegiatan seni turut menjadi magnet dalam Porseni. Salah satunya melalui penampilan flashmob yang melibatkan lima kelompok siswa. Penampilan tersebut menjadi gambaran kuatnya kebersamaan di tengah keberagaman siswa SMA Negeri 1 Ambon.
“Ketika mereka melakukan flashmob, semuanya sama. Kita tidak membedakan suku, agama, ras, siapa pun. Semua menjadi satu dalam Pekan Olahraga dan Seni ini,” tegasnya.
Laturiuw menilai keberagaman di lingkungan sekolah merupakan kekuatan yang harus dirawat. Karena itu, Porseni juga diharapkan menjadi ruang bagi siswa untuk belajar tentang toleransi, persatuan dan saling menghargai.
Baginya, keberhasilan Porseni tidak hanya ditentukan dari banyaknya piala yang diraih. Lebih dari itu, pengalaman menerima kemenangan maupun kekalahan, menghormati lawan dan menjaga persahabatan menjadi bagian penting dalam membentuk karakter generasi muda.
“Kami ingin anak-anak pulang dari kegiatan ini bukan hanya membawa pengalaman bertanding, tetapi juga membawa nilai kebersamaan, sportivitas, kreativitas dan toleransi,” ujarnya.
Melalui Porseni, SMA Negeri 1 Ambon berharap siswa tidak hanya semakin berprestasi, tetapi juga tumbuh menjadi generasi yang aktif, percaya diri, kreatif, sportif dan mampu menghargai keberagaman.**(NN)






