Kualitas Proyek Longsegment Jalan Raya Pemda Aru Diragukan

REDAKSITIMOR.COM, Dobo, Kepulauan Aru,- Paket pekerjaan Longsegment Jalan Raya Pemda Kabupaten Kepulauan Aru yang dikerjakan oleh CV. Varia Karya Teknika menggunakan dana DAK Tematik 3, masih ramai menuai kritikan publik. Banyak yang masih meragukan kualitas paket Jalan dan Drainase tersebut.

Bagaimana tidak, pekerjaan dengan nilai Kontrak Rp. 7.021.723.000.00 (Tujuh milyar dua puluh satu juta tujuh ratus dua puluh tiga ribu rupiah) itu, diduga menggunakan matrial batu Lempung yang memiliki kwalitas rendah.

Bacaan Lainnya

Menurut penelitian JGE (Jurnal Geofisika Eksplorasi) tahun 2022, batuan sedimen khususnya batu lempung sampai saat ini belum banyak digunakan dalam dunia konstruksi sebagai pondasi dan material konstruksi terutama bangunan jalan, dan cenderung memiliki kualitas yang rendah karena kemampuan batu lempung yang jelek sebagai material konstruksi dan memiliki potensi deformasi yang sangat besar.

Dalam pantauan media ini dilapangan, selain matrial batu yang menjadi sorotan publik, ada juga sejumlah aitem pekerjaan yang di duga asal-asalan diantaranya :
1. Pekerjaan Drainase di depan jalan masuk dan keluar Kantor Bupati Kepulauan Aru dikerjaan dengan tidak menggunakan medote penyususan batu seperti pekerjaan Drainase pada umumnya, tetapi hanya di cor menggunakan Bakesting triplex.
2. Drainase atau Got saluran air disamping pagar Kantor DPRD Kabupaten Kepulauan Aru yang menempel langsung dengan jalan raya, memiliki ukuran yang sangat kecil, bahkan hampir lebih kecil dari Got saluran air rumah tangga.
3. Drainase sepanjang jalan depan taman Pemda Aru, atau lebih tepatnya berhadapan dengan Kantor Dinas Lingkungan Hidup dan Dinas Kehutanan Aru, memiliki ukuran tinggi yang berbeda-beda, sebelah bagian Taman lebih rendah dari sebelah bagian badan jalan.
4. Pekerjaan pengaspalan sepanjang jalan mulai dari perempatan Kantor Bupati menuju Kantor Dinas PUPR, Kantor Dinas Perhubungan, Kantor PMD, Kantor Dinas Pariwisata dan seterusnya, di duga tambal sulam, bagaimana tidak, aspal disiram diatas aspal yang lama tanpa dilakukan pengerukan lebih awal untuk membuang aspal yang lama.

Entah ini sesuai perencanaan atau tidak, namun pekerjaan seperti ini diduga tidak akan bertahan lama dan tidak menutup kemungkinan akan mengalami kerusakan lebih cepat.

Direktur Utama CV. Varia Karya Teknika Salim Pere saat Konfrensi Pers dengan beberapa media di Aru baru-baru ini, membantah pemberitaan di Media Redaksitimur.com yang menyoroti penggunaan matrial batu abal-abal pada pekerjaan Drainase di lingkungan Pemda Aru.

Menurutnya matrial batu yang mereka gunakan sudah sesuai, karena menggunakan batu gunung yang telah melalui hasil uji LAB Dinas PUPR Provinsi Maluku.

“Jadi, sebelum kami pakai batu itu terlebih dahulu kita adakan. Dan waktu itu sekitar bulan Juli, saya kirim dua sampel dimana sampel yang pertama batu karang dan sampel yang kedua batu gunung yang hasil galian, setelah hasil uji lab keluar dan dikirim ke kami, yang direkomendasikan batu yang dipakai itu adalah batu gunung” ujar Salim Pere dilansir dari pemberitaan Dharapost.com.

Sayangnya, Kontraktor Salim Pere yang dikonfirmasi salah satu Wartawan Ambon Via Tlpn, Kamis (12/09/2024) dan memintah hasil uji LAB, Salim menolak untuk tidak memberikan hasil uji LAB kepada Wartawan yang bersangkutan dan mengarahkannya untuk memintah hasil uji LAB pada Komisi III DPRD Kabupaten Kepulauan Aru, padahal pada hari yang sama wartawan memintah hasil Uji LAB dari PPK Jefry Enos yang mengawasi paket pekerjaan Longsengment Jalan Raya Pemda Aru, Jefri mengarahkan Wartawan untuk memintah hasil Uji LAB pada Kontraktor Salim Pere.

Lantas ada apa dengan hasil uji LAB matrial batu tersebut, sehingga saling tolak menolak dan Salim Pere begitu berat untuk memberikannya kepada Wartawan, malah mengarahkan ke Komisi III DPRD Aru yang bukan Kontraktor, bukan Dinas PUPR dan Bukan juga PPK.

Ironisnya, Salim mengaku matrial batu yang digunakan adalah batu gunung, sementara semua orang di Kepulauan Aru tahu bahwa di Pulau Wamar tidak ada gunung yang bisa digali untuk mengambil matrial batu.

Dari hasil tlpn dengan Wartawan selama kurang lebih satu jam, Salim mengaku bahwa pihaknya tidak mendatangan matrial batu dari luar, melainkan menggunakan matrial batu lokal yaitu batu gunung.

Belakangan dalam penelusuran mendia ini, rupanya matrial batu yang digunakan bukan batu gunung melainkan batu yang diambil dari hasil pengerukan lahan untuk pembangunan jalan raya menuju Belakang Wamar, menuju Pelabuhan Perikanan dan di beberapa tempat lainnya.(TIM)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *