“TK” Diduga Sabotase Jalan Pemda Jadi Bahan Pencitraan Politik

REDAKSITIMOR.COM, Dobo, Kepulauan Aru,- Meski berkali-kali Direktur CV. Varia Karya Teknika Salim Pere membantah paket pekerjaan Longsegment Jalan Raya Pemda Kabupaten Kepulauan Aru yang tidak ada hubungannya dengan Calon Bupati Kepulauan Aru Timotius Kaidel, namun sejumlah narasi bergentayangan pada dinding facebook seolah-olah pekerjaan jalan tersebut adalah milik Timo Kaidel.

Bukan hanya itu, akhir-akhir ini beredar sejumlah video yang disebarkan oleh kelompok Tim Aru Maju dengan mengedit foto Calon Bupati Timo Kaidel menggunakan latar belakang jalan yang baru diaspal pada lingkungan Pemda Aru.

Bacaan Lainnya

Mereka menempatkan posisi Timo Kaidel seolah-olah sebagai Bapak Pembangunan yang membangun jalan tersebut untuk mendapat perhatian masyarakat Kabupaten Kepulauan Aru dan mendongrak elektabitas Kaidel sebagai Calon Bupati.

Salim Pere selaku Kontraktor Pelaksana pekerjaan tersebut dalam Konfrensi Pers bersama sejumlah Wartawan di Aru, membatah hal tersebut bahwa Calon Bupati Timotius Kaidel tidak ada sangut paut apapun dengan paket pekerjaan yang murni dikerjaan oleh CV. Varia Karya Teknika milik Salim Pere.

“Memang secara kasat mata bahwa alat yang digunakan adalah milik pak Timo tapi itu saya sewa. Di dalam dokumen penawaran pun, itu ada surat sewa antara pemilik dan saya sebagai direktur. Jadi, sebenarnya tidak perlu dikaitkan dengan itu, tidak ada hubungannya. Semua dokumen jelas bahwa itu ada surat sewanya dalam dokumen saya,”

“Tolong jangan dikaitkan dengan tim sukseslah, jangan dikaitkan dengan Pilkada, tidak ada urusan Pilkada dengan saya. Saya juga tidak pernah ikut-ikut Pilkada, saya cuma untuk bekerja, kerja saja sesuai dengan kontrak saya,” tegas Salin Pere, dilansir dari pemberitaan Media Online Dharapos.com, Selasa (10/9/2024).

Pernyataan yang sama pula ditegaskan Kontrator Salim Pere pada beberapa Media Online lainnya, bahwa pekerjaan tersebut bukan milik Bakal Calon Bupati TK.
“Saya tidak ada hubungan dengan itu, apa urusannya politik dengan saya, bahkan pekerjaan itu bukan milik Pak Timo. Intinya semua dokumen jelas bahwa itu ada kontrak penyewaan antara pemilik alat dengan saya di dalam dokumen,” Jelas Salim Pere, dilansir dari pemberitaan Media Online LEPANews.com, Rabu (11/09/2024).

Menyikapi hal tersebut, salah satu Tokoh Muda Maluku asal Kabupaten Kepulauan Aru, Collin Leppuy menilai pernyataan Salim Pere tersebut secara jelas telah mengonfirmasi bahwa tindakan menyebarkan video pembangunan jalan Pemda tersebut dimana di dalamnya ditempelkan foto Timotius Kaidel yang diduga kuat dilakukan oleh mereka yang menamakan diri sebagai Tim Aru Maju itu merupakan tindakan pembohongan publik dan pencitraan politik karena faktanya memang Salim Pere telah membantahnya bahwa pekerjaan tersebut bukan milik Timo Kaidel.

Tindakan ini, lanjut Callin, nampaknya bertujuan untuk membentuk opini publik bahwa jalan itu adalah hasil pekerjaan Timotius Kaidel, padahal murni merupakan hasil keringat Salim Pere, bahkan dia (Salim Pere) dengan tegas menolak bila proyek tersebut dikaitkan dengan Pilkada.

Bahkan Leppuy bertanya, jika demikian maka siapakah yang layak disebut Bapak Pembangunan, Timo Kaidel atau Salim Pere?

“Kalau sudah begini maka sangat wajar jika hari ini publik Aru meluapkan satu pertanyaan rasional bahwa sesungguhnya siapa yang pantas disebut bapak pembangunan, Pak Timo atau Pak Salim?

Leppuy menambahkan, membangun citra politik dalam Pilkada itu boleh boleh saja asalkan berbasis fakta dan data yang otentik. Namun janganlah membangun pencitraan politik dengan membohongi publik apalagi diduga menunggangi karya orang lain yang bahkan telah dibantah oleh orang itu sendiri, karena tindakan itu justru akan merusak proses demokratisasi di akar rumput yang berasaskan Luber dan Jurdil ini,” ungkap Leppuy saat di wawancara awak media ini Via Tlpn, Selasa (24/09/2024).(Tim)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *