Ruth Saiya : Refleksi Enuma, Bukti Komitmen Pendidikan Digital di Ambon

REDAKSITIMOR.COM, AMBON, Suasana haru dan penuh apresiasi menyelimuti kegiatan Refleksi Pembelajaran Digital Sekolah Enuma yang berlangsung di Hotel Amaris Ambon, Selasa (24/6/2025). Acara ini menjadi penanda perjalanan tiga tahun implementasi digitalisasi pendidikan di beberapa sekolah dasar di Kota Ambon, yang digerakkan oleh Yayasan Arika Mahina bersama Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Ambon.

Pertemuan tersebut dibuka langsung oleh Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Ambon, Drs. F.F. Tasso, M.Si, dan dihadiri oleh para kepala sekolah serta guru dari berbagai satuan pendidikan yang tergabung dalam program pembelajaran berbasis digital menggunakan aplikasi Sekolah Enuma.

Dalam sambutannya, Direktur Yayasan Arika Mahina, Ruth Rosani Saiya, mengungkapkan rasa syukurnya atas keselamatan dan semangat yang tetap terjaga meskipun Kota Ambon sempat dilanda cuaca ekstrem beberapa waktu lalu.

“Refleksi menjadi bagian penting dalam perjalanan ini. Kita bertanya pada diri sendiri: sudah sejauh mana kita berjalan, apa yang telah kita capai, dan apa yang masih perlu diperbaiki?” ujar Ruth.

Ruth menjelaskan, program Enuma yang dimulai sejak tahun 2022 telah menjangkau delapan sekolah pada tahun pertama, disusul dua sekolah lagi di tahun kedua, dan dua sekolah tambahan di tahun ketiga. Menurutnya, kekhawatiran awal terkait potensi benturan antara aplikasi digital dan kurikulum nasional kini telah terjawab melalui proses adaptasi yang dilakukan bersama para guru.

“Kita berhasil mengintegrasikan Enuma ke dalam kurikulum kelas 1 hingga 3. Prosesnya tidak mudah, tapi hasilnya membuktikan bahwa digitalisasi bisa berjalan seiring dengan kebutuhan pembelajaran nasional,” jelasnya.

Refleksi ini juga menjadi ajang evaluasi atas tantangan teknis dan manajerial yang selama ini dihadapi para guru. Mulai dari penggunaan tablet, penyesuaian waktu belajar, hingga pelaporan capaian siswa. Ruth menyampaikan apresiasi kepada para guru yang tetap semangat walau harus menerima tugas tambahan seperti sinkronisasi data dan merawat perangkat.

“Kami tahu tidak mudah. Kadang ada telepon malam-malam karena belum centang hijau, atau waktu belajar anak belum capai target. Tapi semua itu dilakukan demi anak-anak kita,” ungkap Ruth penuh haru.

Lebih lanjut, Ruth menekankan bahwa pembelajaran digital yang mereka inisiasi selaras dengan kebijakan pemerintah mengenai digitalisasi pendidikan nasional. Bahkan, Yayasan Arika Mahina telah bekerja sama dengan PGSD Universitas Pattimura untuk meneliti pengaruh Enuma terhadap literasi dan numerasi siswa, dan hasilnya menunjukkan peningkatan yang signifikan.

Sebagai bentuk penghargaan, Ruth juga menyampaikan apresiasi kepada sekolah-sekolah yang telah menuntaskan program selama dua tahun berturut-turut, yakni:
1.SD Negeri Tuni,
2.SD Negeri Kilang,
3.SD Negeri Amaori,
4.SD Negeri 93 Ambon,
5.SD Al Hilal 5 Karanjang
6.SD Al Islam
7.SD Kristen Nania,
8.SD Negeri 1 Amahusu

“Kami percaya, program ini bisa berhasil bukan karena Yayasan Arika Mahina semata, tapi karena dukungan luar biasa dari Dinas Pendidikan dan semua guru serta kepala sekolah yang terlibat,” pungkasnya.

Di akhir sambutan, Ruth menyampaikan permohonan maaf bila masih terdapat kekurangan selama proses pelaksanaan, sembari mengajak semua pihak untuk terus berkolaborasi demi kemajuan pendidikan di Ambon. (*

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *