RT.COM, Setelah pembukaan hari kedua pelatihan penjamah makanan, media melakukan wawancara dengan Khasrul Tsani, SKM., M.K.M dan Laura Nunumete, SKM, selaku PIC Program POSS (Pangan Olahan Siap Saji), Kota Sehat, dan STBM (Sanitasi Total Berbasis Masyarakat).
Dalam keterangannya, Khasrul menjelaskan bahwa pada hari kedua ini peserta mendapatkan enam modul pelatihan yang mencakup seluruh proses pengolahan makanan, mulai dari penerimaan bahan baku, proses pengolahan, hingga distribusi kepada penerima manfaat di sekolah. Ia menekankan pentingnya komitmen peserta, khususnya relawan dapur MPG, untuk menerapkan seluruh materi yang telah diberikan.
Menurutnya, kualitas makanan tidak hanya dilihat dari kandungan gizi, tetapi juga dari aspek higienitas. Makanan yang diproduksi harus bebas dari cemaran biologis, fisik, maupun kimia. Oleh karena itu, penerapan sanitasi yang baik, penggunaan alat pelindung diri (APD), serta kebersihan personal menjadi hal utama yang terus ditekankan dalam pelatihan.
Lebih lanjut, Khasrul menyampaikan bahwa Dinas Kesehatan Kota Ambon akan melakukan monitoring dan evaluasi secara berkala melalui petugas puskesmas. Pengawasan dilakukan tidak hanya pada individu, tetapi juga terhadap sistem kerja dapur secara keseluruhan. Jika ditemukan ketidaksesuaian dengan standar, maka sertifikat peserta dapat dicabut dan diberikan rekomendasi untuk tidak lagi bertugas.
Sementara itu, Laura Nunumete menambahkan bahwa fokus pihaknya juga mencakup aspek kesehatan lingkungan, seperti sanitasi dapur dan perilaku pekerja selama proses pengolahan makanan. Ia berharap seluruh peserta mampu memahami dan menerapkan standar yang telah diberikan secara konsisten.
Pengawasan akan dilakukan secara rutin, minimal dua kali dalam satu bulan, guna memastikan standar tetap terjaga. Selain itu, dalam waktu dekat akan dilaksanakan pemeriksaan kesehatan bagi seluruh pekerja dapur, dengan fokus utama pada penyakit menular guna mencegah potensi kontaminasi makanan.
Di akhir wawancara, Khasrul menegaskan bahwa target jangka panjang dari pelatihan ini adalah agar ilmu yang diperoleh peserta tidak hanya diterapkan selama program berlangsung, tetapi juga menjadi kebiasaan dalam kehidupan sehari-hari, bahkan ketika bekerja di bidang pengolahan pangan lainnya. **(NN)






