REDAKSITIMOR.COM, Dobo, Kepulauan Aru,- Maksud hati memeluk gunung, apa daya tangan tak sampai. Unit Pelaksana Pelabuhan (UPP Kelas III) atau Syabandar Dobo berkeinginan untuk melayani masyarakat Kabupaten Kepulauan Aru yang akan melaksanakan Mudik Lebaran tahun ini dengan menggunakan tiga jalur pintu masuk diatas Dermaga Yos Sudarso Dobo, namun sayangnya niat baik itu belum bisa terealisasi karena kondisi dermaga yang saat ini mengalami kendala cukup serius pada sayap kiri dan kanan dermaga.
Kepala Syabandar Kelas III Dobo melalui PLH Gery Reyaan yang ditemui sejumlah Wartawan di ruang kerjanya, Selasa, (04/03/2025), menjelaskan bahwa pada jalur masuk pintu timur dermaga Yos Sudarso Dobo sementara mengalami lubang besar, kemudian di sebelah barat, antara ujung dermaga baru dan lama juga mengalami retakan yang cukup serius, sehingga tidak bisa dipaksakan.
“Sebenarnya kita ada kendala, jadi memang dermaga ada pintu barat dan pintu timur namun sementara ini kenapa ditutup, karena sebelah timur ada lubang di pojok, begitu juga sebelah barat, antara unjung dermaga baru yang baru dibangun tahun 2023 dengan yang lama ini kan ada retak, ujung dermaga suda sedikit bergeser ke bawa, sehingga kita mengambil langka, kita tutup saja, dalam rangka menjaga agar supaya tidak menimbulkan hal-hal yang tidak diinginkan,’’ jelasnya.
Pihak Sabandar Dobo memang sangat berharap pada tahun ini bisa dilakukan rehab pada bagian-bagian Dermaga yang mengalami kerusakan dalam rangka menghadapi Arus Mudik tahun 2025, namun karena adanya efisiensi anggaran dari Pemerintah Pusat, sehingga pihak sabandar juga belum bisa memastikan usulan mereka ke pusat terkait anggaran rehab dermaga apakah akan terjawab atau tidak.
Menyikapi kondisi ini, Sabandar Dobo akan terus melakukan koordinasi dengan pihak Kepolisian Polsek Pelabuhan Dobo, pihak TNI Angkatan Laut dan pihak PT. PELNI Cabang Dobo sehingga lebih sinkron dalam persiapan menghadapi arus mudik Lebaran sehingga walaupun hanya menggunakan satu pintu, tetapi diupayakan untuk meminimalisir antrian panjang dan desak-desakan penumpang.
“Jadi karena tahun ini mungkin kita belum bisa rehab (dermaga) untuk menghadapi arus mudik, maka otomatis kita hanya utamakan satu pintu saja, oleh sebab itu, agar supaya lebih baik nantinya, kami dengan teman-teman dari Polisi dan Angkatan Laut, juga teman-teman dari PELNI, mungkin kita akan lebih singkron lagi, kita atur bagaimana supaya jangan berdesakan seperti sebelumnya,” ujar Reyaan.
Di sisi lain, Renyaan memohon pengertian baik dari masyarakat agar tertib dan bisa mengikuti aturan-aturan di Pelabuhan, sehingga tidak terjadi antrian panjang dan desak-desakan, sebab menurutnya seringkali penumpang maupun pengantar pengunjung sulit sekali diatur, “pas kapal baru sandar, masyarakat suda ful di muka pintu pelabuhan, semua orang memaksakan untuk masuk di pelabuhan, baik itu penumpang maupun pengantar pengunjung, hal ini yang mengakibatkan terjadi desak-desakan,” sambungnya.
Kendati demikian, Reyaan mengaku untuk menghadapi arus mudik Lebaran tahun ini, pihak Sabandar Dobo optimis akan melaksanakan tugas mereka dengan baik, meskipun dengan fasilitas seadanya, hanya satu ruang tunggu dan satu pintu, mereka akang mengatur arus penumpang dengan baik. Selain itu, dalam pantauan pihak Sabandar Dobo animo arus mudik lebaran tahun ini masih seperti biasa, seperti tahun sebelumnya, lonjakan penumpang tidak terlalu signifikan.
Pihak Sabandar juga, seperti biasa akan membentuk Pos pengawasan arus mudik lebaran di are Pelabuhan Yos Sudarso Dobo, yang direncakan sekitar H-10 atau menunggu arahan dari pusat.
Reyaan berharap, semoga kedepan dermaga Yos Sudarso Dobo mendapat perhatian serius, baik itu dari Pemerintah Pusat maupun Pemerintah Daerah Kabupaten Kepulauan Aru, untuk adanya pembenahan-pembenahan, sehingga kedepan pelayanan di Pelabuhan Dobo semakin mengalami peningkatan.(*)






