Hadapi Arus Mudik di Bulan Ramadhan, PELNI Dobo Dapat Tambahan 2 Kapal

REDAKSITIMOR.COM,*Dobo, Kepulauan Aru,-* Menghadapi Arus Mudik pada Bulan Suci Ramadhan hingga Lebaran nanti, ada kabar gembira, PT. PELNI Cabang Dobo, Kabupaten Kepulauan Aru mendapat tambahan 2 Kapal yaitu, KM. Gudung Dempo dan KM. Dobansolo.

“Kalau untuk PELNI Dobo pada prinsipnya siap melayani, bahkan ada jadwal PELNI yang baru dikasi di bulan maret ini, ada tambahan Kapal Gunung Dempo dan Dobansolo untuk melayani arus mudik di bulan ini,’’ Ujar Kepala PELNI Cabang Dobo, Ibrahim, S.Sos kepada sejumlah Wartawan di ruang kerjanya, Senin, (03/03/2025).

Ibrahim menjelaskan bahwa sejau ini dalam pantauannya Arus Mudik di 2 tahun terakhir, tahun 2023 dan tahun 2024, baik itu Mudik Lebaran maupun Mudik Natal Tahun Baru (Nataru) masih tetap normal di angka 2.400 penumpang dan tidak mengalami lonjakan yang signifikan.

Sementara untuk Arus Mudik di tahun ini, Ibrahim mengaku masih terpantau lancar sejak awal Puasa hingga saat ini masih ada dibawa 1.000 penumpang untuk KM. Labobar, dan belum mengalami lonjakan yang signifikan.

“Kalau saya pelajari, har ini kan penumpang dengan KM. Labobar baru tiba, dan kapal tujuan ke Papua sana, nanti balik lagi di pelabuhan dobo pada tanggal 5, dan penumpang masih dibawa seribu orang, masih normal-normal saja,” jelasnya.

Dikatakan, walaupun untuk sementara Jadwal KM. Gunung Dempo dan KM. Dobansolo belum permanen seperti KM. Labobar, namun akan sangat membantu melayani Arus Mudik Lebaran tahun ini, sehingga kalaupun tiba-tiba ada lonjakan penumpang, PELNI Dobo tetap siap melayani.

Di sisi lain, Kepala PELNI Cabang Dobo meminta pengertian Masyarakat Kepulauan Aru maupun calon Penumpang yang akan naik dari Pelabuhan Yos Sudarso Dobo tentang penjualan tiket non shit. Menurutnya, hal itu merupakan kebijakan pihak PT. PELNI dalam merespon animo masyarakat yang terburu-buru dan memaksakan tetap harus berangkat, walaupun penjualan tiket shit sudah selesai.

“Perlu dipahami bahwa Pelni seharusnya menjual tiket sesuai shit (tempat tidur) yang ada di atas kapal, kurang lebih seperti Pesawat, tetapi dari sisi lain, animo masyarakat yang mau dan tidak mau tetap harus berangkat walaupun tiket shit sudah selesai, sehingga muncul kebijakan pemerintah yaitu dispensasi penumpang dengan penjualan tiket non shit (tidak memiliki tempat tidur diatas kapal),’’ terang Ibrahim.

Oleh sebab itu, Ibrahim mengajak masyarakat Kabupaten Kepulauan Aru yang akan melakukan mudik atau perjalanan dalam keperluan lainnya, agar jau-jau hari sudah memesan tiket sehingga memperoleh tiket Shit, sebab menurutnya untuk wilayah Maluku tiket masih aman, tetapi untuk ke wilayah barat terkadang tiket shit lebih cepat habis karena sudah dibeli oleh calon Penumpang dari daerah lain, seperti Papua dan sekitarnya.

Perlu diketahui bahwa KM. Labobar akan melakukan pelayaran balik dari Papua dan singga di Pelabuhan Dobo pada tanggal 5 Maret 2025 untuk melanjutkan perjalanan ke Ambon dan ke daerah barat. Sementara itu rencana KM. Gunung Dempo tanggal 9 Maret suda sampai ke Papua dan akan melakukan pelayaran balik langsung ke Jawa. “Sedangkan untuk KM. Dobansolo akan melayari Kaimana, Fak-fak, Ambon, Makasar, Surabaya, Jakarta dan kembali lagi ke Dobo,’’ tutup Ibrahim.(*)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *