Pekerjaan Drainase di Seputaran Kantor Bupati Aru, Diduga Gunakan Matrial Abal-Abal

REDAKSITIMOR.COM, Dobo, Kepulauan Aru,- Sangat disayangkan pekerjaan Drainase atau Got saluran air di area Kantor Bupati Kepulauan Aru, Jalan Raya Pemda 1, Kelurahan Siwalima, Kecamatan Pulau-pulau Aru diduga menggunakan matrial abal-abal yang tidak sesuai dengan matrial sesungguhnya.

Hasil pantauan Awak Media ini di lokasi pekerjaan, Senin (09/09/2024), ditemukan Matrial Batu yang di gunakan pada pekerjaan tersebut bukan Batu Kali, bukan juga Batu Bela yang berasal dari laut, melainkan Batu Tanah yang diambil dari hasil penggusuran lahan.

Bahkan jika dicermati secara dekat, hampir pasti bahwa Matrial tersbut bukan batu melainkan gumpalan tanah liat keras bercampur ampasan batu kapur yang dianggap itu adalah batu.

Sayangnya pekerjaan dengan matrial kawe yang dikerjakan di depan mata Pemerintah Daerah dan DPRD Kabupaten Kepulauan Aru itu sepertinya belum masuk dalam radar pengawasan lembaga pengawasan rakyat itu (DPRD) sehingga proses pekerjaan lancar-lancar saja, seolah tidak akan ada dampak fatal pada kwalitas pekerjaan.

Matrial batu yang sama juga digunakan pada pekerjaan Drainase di sepanjang jalan menuju Pelabuhan Perikanan Belakang Wamar tahun 2024 dan pekerjaan Drainase di sepenjang Jalan Depnaker menuju Desa Durjela tahun 2023, yang dikerjakan oleh Kontraktor yang sama yaitu Salim Pere, SE.

Lantas ada apa dengan Kontraktor yang satu ini sehingga walaupun menggunakan matrial batu dengan kwalitas yang diduga rendah tetapi mulus perjalanannya hingga berhasil mengerjakan 3 paket pekerjaan Drainase dengan bahan batu yang sama.

Padahal di tahun 2023 lalu, Dinas PU-PER Kabupaten Kepulauan Aru sempat menghentikan sementara pekerjaan Darainase di Jalan Depnaker Dobo untuk menunggu hasil uji LAB atas matrial batu tersebut, namun sayangnya hingga paket pekerjaan itu selesai, pihak Dinas PU-PER sama sekali tidak mengumumkan apakah hasil uji LAB dilakukan atau tidak, atau jika dilakukan hasilnya memenuhi syarat atau tidak.

“Nanti katong evaluasi, beta akan perintahkan untuk katong evaluasi dan lihat kembali jangan sampai nanti bermasalah lebih jau. Beta pastikan pengawas-pengawas yang disana, termasuk Dahlan Laduma beta panggil, lalu kalau misalnya masih pake dengan metode kaya gini, diperintahkan diberhentikan dulu sampai nanti katong selesaikan dengan mendatangkan ahli,’’ ujar Kepala Dinas PU-PER Aru Edwin Nanlohy terhadap pekerjaan Drainase Jalan Depnaker, sebagaimana dilansir dari pemberitaan media online Suarapaparisa.com tahun 2023.

Keterangan yang berhasil dihimpun media ini dari beberapa sumber, menyebutkan bahwa kenapa Kontraktor Salim Pere begitu kuat karena diduga di belakang Salim ada salah satu Kontraktor ternama yang saat ini lagi mencalonkan diri sebagai salah satu Calon Bupati di Aru

“Ini Pa TK punya pekerjaan, antua layak jadi Bupati, semua pekerjaan ini antua punya, Pa Salim itu hanya pelaksana pekerjaan saja,” ujar salah satu pekerja diseputaran Kantor Bupati Aru yang diajak cerita lepas awak media ini.

Kepala Dinas PU-PER Edwin Nanlohy dan PPK yang mengawasi pekerjaan tersebut hendak dimintai keterangan mereka terkait hal ini, tidak berada di Kantor, bahkan dihubungi via telepon dan WhatsApp juga belum mendapat respon hingga berita ini tayang.

Perlu diketahui, pekerjaan Drainase di seputaran Kantor Bupati satu paket dengan pekerjaan jalan aspal aerah perkantoran Pemda Aru.

Nama paket pekerjaan “Longsegment Jalan Raya Pemda (DAK Tematik 3)” dengan nilai Kontrak Rp. 7.021.723.000.00 ( tuju milyar sekian), yang dikerjakan oleh CV. VARIA KARYA TEKNIKA Direktur Utama Salim Pere, SE.(Tim)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *