Pemkab Bursel Beri Santunan Kepedulian Kepada Ahli Waris Korban Kecelakaan Laut. Ini Kata Onoly

Namrole,- Redaksi Timor. Com,- Pemerintah Daerah Kabupaten Buru Selatan memberikan santunan kepedulian kepada keluarga korban kecelakaan laut, Almarhum Bapak Jan Tasane, melalui Badan Penanganan Bencana Daerah (BPBD)

 

Bantuan santunan kepedulian ini bagian dari rasa kepedulian pemerintah Daerah kepada keluarga korban kecelakaan laka laut.

 

‎Berawal dari komunikasi intens Safi Onoly dengan Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah, Bapak Abas Tamber, saya mengusulkan agar nama Almarhum Bapak Jan Tasane dimasukkan sebagai penerima santunan. Mengingat saya mengenal Almarhum dan anak almarhum yang baru diterima sebagai siswa kelas X di SMA Negeri 7 Buru Selatan dan merupakan ahli waris korban, saya turut membantu mengurus seluruh proses agar hak tersebut dapat diterima. Ungkap Safi Onoly.

 

 

 

‎Pada Minggu, 20 Juli 2026, saya menghubungi anak almarhum. Saat itu ia masih berada di Desa Walbele, sehingga saya kemudian menghubungi keluarga tempat ia tinggal agar segera menyampaikan informasi dan memintanya datang ke Namrole pada keesokan harinya.

 

Menurut Onoly, ‎Keesokan harinya, Senin, 21 Juli 2026, sekitar pukul 08.00 WIT saya mendatangi rumah tempat anak almarhum tinggal. Saat itu ia belum tiba. Sekitar pukul 09.00 WIT, setelah ia sampai di Namrole, saya langsung mengantarnya ke Kantor Bupati Buru Selatan untuk mengikuti Upacara HUT Buru Selatan yang Ke 18 dan penyerahan santunan secara simbolis yang diserahkan langsung oleh Bupati bersama puluhan penerima santunan lainnya.

 

‎Selanjutnya, pada Selasa, 22 Juli 2026, sekitar pukul 12.14 WIT,

 

‎saya dihubungi oleh Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah agar segera membawa anak almarhum ke kantor dinas untuk menerima santunan secara langsung. Karena saat itu ia masih mengikuti kegiatan belajar di sekolah, saya terlebih dahulu mendatangi SMA Negeri 7 Buru Selatan untuk meminta izin kepada Kepala Sekolah dan dewan guru.

 

Saya juga menanyakan apakah setelah selesai menerima santunan ia perlu kembali ke sekolah. Kepala Sekolah menyampaikan bahwa mengingat waktu sudah mendekati jam pulang, setelah selesai urusan di dinas ia diperbolehkan langsung pulang ke rumah.

 

‎Setibanya di Kantor Badan Penanggulangan Bencana Daerah, kami menunggu beberapa saat bersama penerima santunan lainnya. Setelah namanya dipanggil, anak almarhum menandatangani dokumen Adminstrasi yang diperlukan sebelum menerima santunan sebesar Rp10.000.000. pada Pukul 13.16 WIT.

 

‎Sebelum menyerahkan bantuan tersebut, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah Abas Tamher menyampaikan bahwa santunan itu merupakan bentuk kepedulian Pemerintah Daerah agar dapat dimanfaatkan untuk biaya pendidikan dan kebutuhan hidup anak almarhum.

 

‎Usai menerima santunan, kami kembali ke rumah. Saya kemudian menyarankan agar sebagian dana, sebesar Rp2.000.000, digunakan terlebih dahulu untuk membayar biaya seragam sekolah. Saran tersebut saya berikan karena sebelumnya, pada 18 Juli 2026, saya menghadiri rapat orang tua/wali murid kelas X SMA Negeri 7 Buru Selatan sebagai wali dari dua siswa yang tinggal bersama saya sehingga saya mengetahui kebutuhan awal masuk sekolah.

 

‎saya juga yang memberikan usulah kepada kepala sekolah untuk mengirimkan doa kepada Almarhum Bapak Jan Tasane kata Onoly.

‎Kisah ini menjadi bukti bahwa kepedulian, komunikasi yang baik, serta kerja sama antara masyarakat dan pemerintah dapat membantu meringankan beban keluarga korban musibah. Semoga santunan yang diberikan dapat menjadi manfaat bagi masa depan anak Almarhum khususnya dalam melanjutkan pendidikan dan meraih cita-citanya. (**)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *