RT.COM, Kepala Dinas Pariwisata Kota Ambon, Christian Tukloy, menegaskan bahwa penyelenggaraan Festival Imlek 2026/2577 Kongzili menjadi wujud nyata komitmen pembangunan Kota Ambon yang menempatkan toleransi sebagai nilai utama.
Pernyataan itu disampaikannya kepada media di sela perhelatan Festival Imlek yang berlangsung di Pattimura Park, Sabtu (14/2/2026).
Menurut Christian, penyelenggaraan festival keagamaan dan budaya merupakan bagian dari peran sektor pariwisata dalam menghadirkan ruang perjumpaan yang inklusif bagi masyarakat. Festival Imlek tahun ini digelar untuk menyambut Tahun Baru Cina yang jatuh pada Selasa pekan depan, dan akan dilanjutkan dengan Festival Ramadan pada Jumat mendatang sebagai kesinambungan dari Festival Senter Kelas tahun sebelumnya.
Ia menuturkan, rangkaian kegiatan lintas agama tersebut dirancang untuk memperluas interaksi sosial sekaligus mempererat hubungan antara pemerintah dan masyarakat Ambon keturunan Tionghoa. Festival, kata dia, bukan sekadar seremoni tahunan, melainkan upaya memperkuat kohesi sosial di tengah keberagaman kota.
Selain mengedepankan nilai toleransi, festival juga diarahkan untuk menggerakkan ekonomi kreatif. Pemerintah Kota Ambon melalui Dinas Pariwisata melibatkan 80 pelaku UMKM dari berbagai subsektor, mulai dari kuliner hingga seni pertunjukan. Sebagian besar pelaku usaha tersebut termasuk dalam 17 subsektor ekonomi kreatif prioritas pengembangan.
Antusiasme pelaku UMKM disebut sangat tinggi. Ratusan pendaftar tercatat hanya dalam satu hari sejak pembukaan registrasi. Keterbatasan ruang menjadi tantangan tersendiri, sehingga pemerintah kota tengah menyiapkan lokasi yang lebih luas agar partisipasi pelaku usaha dapat terakomodasi secara optimal.
Festival Imlek 2026 juga diintegrasikan dengan program Kota Layak Anak melalui kegiatan bertajuk “Presensi” bagi anak usia 5 hingga 12 tahun. Kegiatan yang berlangsung dari pagi hingga malam itu diharapkan menjadi ruang aman sekaligus wadah ekspresi kreatif bagi anak-anak.
Melalui festival lintas budaya dan agama ini, Pemerintah Kota Ambon menargetkan terciptanya harmoni sosial, pertumbuhan ekonomi kreatif, dan partisipasi masyarakat yang saling menguatkan dalam pembangunan kota. **(NN)






