Respon Cepat Bupati Bursel Arahkan 2 OPD Tangani Banjir Di Hote

Namrole-, redaksitimor.com-, Banjir kembali melanda Desa Hote, setelah diguyur hujan intensitas tinggi, Selasa, 22 Juli 2025, yang mengakibatkan air sungai meluap dan merendam Kecamatan Waesama, Kabupaten Buru Selatan (Bursel),

Meresponi bencana yang melanda Hote, kendati Bupati Bursel La Hamidi, sedang melaksanakan upacara peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke 17 tahun, namun La Hamidi tetap responsif terhadap bencana yang menimpa warganya dengan mengutus Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Sosial Usman Ali Ichsan dan Plt Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bursel Abas Tamher, meninjau lokasi Desa Hote, yang terendam banjir.

Plt Kadis Sosial Usman Ali Ichsan menyebut sesuai data awal saat banjir pertama melanda Desa Hote, sebanyak 148 Kepala Keluarga (KK) menjadi korban.

“Untuk hari ini, hasil tinjauan langsung di lokasi sesuai instruksi Pak Bupati, kami mendapatkan sekitar 70 KK yang mengalami kerugian dan menjadi korban banjir,

Menurutnya, dari 70 KK tersebut, sebanyak 20 KK lebih mengalami kerugian kategori berat dan 50 masuk kategori ringan. Ke 20 KK ini meninggalkan rumahnya dan mengungsi ke lokasi yang lebih aman.

“Dari 20 KK yang masuk kategori berat itu karena rumah mereka terendam cukup tinggi, sekitar 75 cm. Dimana tempat tidur, perkakas rumah, kasur dan perabotan mereka teredam dan tidak bisa kembali karena rumah masih tergenang. Mereka saat ini sementara mengungsi di rumah keluarganya yang tidak terkena banjir,” ujar Usman.

Ichsan membeberkan, 148 KK itu data dari desa dan camat tapi hari ini pihaknya turun langsung sesuai instruksi Pak Bupati ada sekitar 20 lebih rumah yang terendam kategori rusak berat.

“Sementara 50 KK sisanya rumah mereka juga tergenang tapi karena tingginya dibawah 50 cm dan airnya sudah surut dan mereka telah kembali ke rumah mereka masing-masing,” ucap Kadis.

Data-data tersebut, selanjutnya akan dilaporkan ke Bupati Bursel dan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bursel, melalui dinas teknis akan mengeksekusi apa yang menjadi keperluan para korban terdampak banjir. (**)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *