Penyaluran 108 Karung Beras Bulog di Desa Manjau, Rusak, Masyarakat Minta Vendor Bertanggung Jawab

REDAKSITIMOR.COM, Dobo, Kepulauan Aru,- Sebanyak 108 karung Beras Bulog yang disalurkan oleh Vendor atau pihak ketiga di Desa Manjau, Kecamatan Aru Tengah, Kabupaten Kepulauan Aru, dikabarkan rusak dan tidak layak konsumsi lagi, sehingga masyarakat setempat menolaknya dan meminta pihak ketiga bertanggung jawab.

Melalui sambungan tlpn dengan awak media ini, Rabu (11/12/2024), beberapa masyarakat Desa Manjau menjelaskan bahwa Beras Bulog yang diantarkan pihak ketiga tiba di Desa Manjau pada hari minggu tanggal 08 Desember 2024 dan sudah dalam keadaan rusak akibat basah di dalam Kapal Motor yang digunakan untuk mengangkut beras tersebut.

Bukan hanya itu, menurut mereka, kwalitas Beras Bulog tersebut sudah tidak layak konsumsi lagi, karena mengeluarkan bau tidak sedap hingga mereka sendiripun merasa jijik untuk mendekati tumpukan beras yang di timbun diatas dermaga Desa Manjau.

“Abang ini bukan mau parlente, tapi memang beras ini su paling bau, katong mau dekat saja su seng bisa karna akang pung bau seng enak sekali, mungkin karena pengaruh akang su babasa lagi jadi babau sekali,” ujar salah satu Masyarakat Manjau.

Ketarangan masyarakat diatas diperkuat dengan pernyataan pemilik Kapal Motor Buano yang dikonfirmasi awak media ini malam kamis, ia mengakui bahwa vendor tidak memberikan oneng atau terpal sehingga dia hanya bisa menutup beras dari atas.

“Dong dari lapangan seng kasih beta oneng, lalu beta kan cuman pake oneng satu saja, beta tidak sengaja juga, barang basah ini kan seng mungkin beta ambil air lalu siram to. Iya, dibawa yang basah, barangkali hujan iko atas lepe-lepe motor jadi malele di karung,’’ akui pemilik Motor Pa Ali Buano.

“Posisi hari minggu yang katong selesai bamuat itu kan hujan dari pagi sampai malam, lalu barangkali ada basah-basah sadiki yang bagian dibawah itu, bicara kan ini su resiko sudah, terus kampung terakhir ini yang jadi beban,” sambungnya.

Vendor atau pihak ketiga dari Tual yang diketahui memiliki nama panggilan Ji, saat dikonfirmasi media ini via tlpn, mengatakan bahwa setelah mendapat informasi Kepala Desa Majau mengkomplein di Kantor Pos, dirinya langsung berkoordinasi dengan Sekcam Aru Tengah untuk memperoleh informasi pasti dari Desa Majau dan katanya hanya 20 karung lebih beras Bulog tersebut yang mengalami kerusakan, sehingga dirinya akan membuat Berita Acara kerusakan untuk dilaporkan ke Kantor Bulog Tual agar bisa menggantikan sesuai jumlah yang rusak. Pernyataan ini berbeda dengan keterangan Pa Ali pemilik Kapal yang mengatakan ada sekitar 30 karung lebih yang rusak.

Kepala Kantor Pos Dobo, Ibu Natalia Mete yang dikonfirmasi awak media ini, Kamis (12/12/2024) membenarkan bahwa ada komplein dari Kepala Desa Manjau dan beberapa desa lainnya tentang kejadian serupa, sehingga dirinya akan menampung semua laporan dan akan melaporkan secara berjenjang ke Kantor Pos Tual untuk selanjutnya dilaporkan ke Kantor Bulog Tual dan Kantor Bulog Pusat sehingga ada solusi menggantikan beras yang rusak tersebut.

Mete menjelaskan bahwa pada penyaluran kali ini, pihak ketiga atau Vendor tidak berkoordinasi dengan Kantor Pos Dobo dan langsung melakukan penyaluran ke desa-desa, sehingga belum ada pendataan terkait masyarakat penerima bantuan tersebut, namun setelah ada masalah, Kantor Pos yang jadi sasaran komplein dari desa-desa.

Menurutnya, selama ini, sebelum dilakukan penyaluran beras, pihak ketiga telah berkoordinasi dengan mereka di Kantor Pos Dobo, untuk dilakukan pendataan bagi masyarakat penerima bantuan, sehingga pada saat penyaluran, sudah dibawa serta daftar nama-nama penerima bantuan di setiap desa, bahkan Petugas Kantor Pos Dobo yang turun langsung ke desa-desa dan membagi bantuan tersebut sesuai daftar nama-nama yang sudah terdata.

“Kalau penyaluran yang lalu-lau itu, pihak ketiga datang koordinasi dengan katong di Kantor Pos, maka kantong langsung lakukan pendataan bagi masyarakat yang terima bantuan, katong juga langsung koordinasi dengan setiap Kepala Desa, bahkan beras tiba di Desa mana katong punya petugas langsung menyusul ke desa itu untuk bagi beras sesuai nama-nama yang sudah di data. Penyaluran saat ini adalah 3 tahap, yaitu Bulan Agustus, Oktober dan Desember,” terang Kepala Kantor Pos Dobo.

Hingga berita ini dipublikasi, beras 108 karung tersebut masih berada diatas Dermaga Desa Manjau dan telah diguyur hujan selama 3 hari.(*)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *