REDAKSITIMOR.COM, Stefanus Termas selaku Pelapor dan Pegiat Anti Korupsi Provinsi Maluku mendesak Polres MBD Secepatnya Menetapkan tersangka dalam Kasus Korupsi 16 Milyar Proyek SPAM Masela dan Berita Hoax
Terkait dengan proses penyidikan yang sementara ini berjalan di Polres Maluku Barat Daya yang sudah memakan waktu begitu lama, maka dengan ini saya sebagai pelapor meminta keseriusan dari Penyidik Polres MBD, bisa beranikah untuk Yes memberantas Korupsi dengan secepatnya menetapkan tersangka dalam kasus ini, baik itu Kasus Korupsi maupun Kasus Penyebaran Berita Bohong (HOAX), karna bagi kami kasus yang kami laporkan ini sudah memenuhi unsur (dua alat bukti) telah terpenuhi yang tidak bisa di bantah oleh siapapun karna kami punya bukti-bukti yang Jelas baik itu bukti dokumen maupun bukti di lapangan dalam rilisnya yang diterima media ini. Sabtu 4 Mei 2024 Pukul 20.00 WIT.
Termas menegaskan kepada Polres Maluku Barat Daya bahwa menurut hemat kami, hasil dari tim Ahli sangat kami ragukan, untuk itu kami menolak keterangan ahli dan Kami meminta agar ahli dimintai keterangannya sebagai saksi untuk mempertanggung jawabkan keterangan ahlinya, karna kami menduga keras ahli sudah kemasukan Angin jahat dan Kami juga meminta agar Penyidik Polres MBD merekomendasikan Ahli lain (dari Bandung) untuk dimintai keterangan ahli atau bisa turun langsung di Lapangan Proyek SPAM MARSELA.
Saya dengan Pemaskebar sekarang ini lagi menyiapkan langkah-langkah hukum, Selanjutnya pada saat Polres MBD melakukan Gelar Perkara, apabila adanya SP3 maka kami siap Praperadilan, kami tidak main-main yah dengan kasus di maksud,”ungkapnya.
Fakta-fakta kami di lapangan sangat jelas, kenyataannya proyek yang menghabiskan uang negara 16 miliar itu dikerjakan asal-asalan. Salah satunya yaitu pengadaan pipa yang diduga tidak sesuai spek, sehingga sebagian pipa sudah berkarat dan sebagian besar sudah berlubang, sehingga di las untuk meyakinkan masyarakat bahwa pipa- pipa itu masih utuh. Upah kerja juga ada yang belum di bayarkan.
Pemasangan instalasi pipa tidak di tanam akhirnya menghalangi aktifitas masyarakat didalam Kampung. Dalih dalih terlalu banyak dan tidak bisa menguntungkan masyarakat, ini saja bak-bak air yang ada campurannya juga tidak sesuai Spek, dan itu fakta nyata, “bebernya.
“Untuk itu, kami masyarakat Pulau Marsela baik yang ada di pulau marsela maupun yang ada di luar pulau bersama Organisasi Permaskebar tidak akan main-main dengan Kasus ini. “Kami akan terus mengawal kasus dimaksud sampai tuntas”. Jangan percaya omongan pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab yang menyatakan bahwa air sudah jalan, dan masyarakat telah menikmatinya semua itu adalah bohong alias omong kosong, kami percaya Tuhan Yesus akan menghukum mereka. Karena apa yang disampaikan tidak sesuai fakta. ‘Saya ada di Pulau Marsela dan saya dan teman-teman FAM-MBD selalu memantau apa yang terjadi di Pulau ini,”bebernya.
Kami akan terus maju terus mengawal proses hukum dengan uang negara ini, sampai ke akar-akarnya dan tidak akan diam akan persoalan uang rakyat tersebut. (*






