RT.COM, Rangkaian kegiatan nasional Forum Dekan Fakultas Syariah dan Hukum (FSH) Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) se-Indonesia resmi berakhir pada Senin (27/4/2026). Penutupan yang berlangsung di Lantai 5 Hotel Santika Ambon ini menandai lahirnya sebuah terobosan penting di dunia pendidikan hukum Islam, yakni “Rancangan Kurikulum Cinta” berbasis Outcome Based Education (OBE).
Acara tersebut dihadiri oleh Wali Kota Ambon, Bodewin Wattimena, Rektor IAIN Ambon, serta para dekan FSH dari berbagai wilayah di Indonesia.
Selama dua hari pelaksanaan, sejak 26 hingga 27 April, forum ini tidak hanya menjadi ruang diskusi akademik, tetapi juga melahirkan sejumlah rekomendasi strategis. Salah satu capaian utamanya adalah penyusunan Panduan Magang Peradilan Nasional yang diharapkan dapat memperkuat kualitas lulusan di bidang hukum.
Ketua Forum Dekan FSH PTKIN, Prof. Dr. Muhammad Maksum, M.A., menjelaskan bahwa konsep “Kurikulum Cinta” lahir dari inspirasi kehidupan sosial masyarakat Ambon yang harmonis dalam keberagaman.
Menurutnya, nilai-nilai toleransi dan kohesi sosial yang hidup di Ambon menjadi fondasi penting dalam merancang kurikulum yang tidak hanya berorientasi pada capaian akademik, tetapi juga kemanusiaan.
Suasana haru dan kesan mendalam turut dirasakan para peserta. Perwakilan peserta nasional, Dr. Ach. Tahir, mengungkapkan kekagumannya terhadap keramahan masyarakat Ambon serta pelayanan panitia.
Ia bahkan menyampaikan ungkapan emosional “Beta Cinta Ambon” sebagai bentuk apresiasi atas pengalaman yang dirasakan selama kegiatan berlangsung.
Sebagai tuan rumah, Dekan FSH IAIN Ambon, Dr. Husin Anang Kabalmay, menyampaikan terima kasih atas kepercayaan yang diberikan, sekaligus memohon maaf apabila terdapat kekurangan selama penyelenggaraan acara.
Dalam sambutannya, Wali Kota Ambon Bodewin Wattimena menegaskan bahwa kehadiran para akademisi dari seluruh Indonesia menjadi kebanggaan tersendiri bagi masyarakat Ambon. Ia menilai forum ini sebagai bukti bahwa Ambon tetap dikenal sebagai kota yang menjunjung tinggi toleransi.
Bodewin juga menyoroti pentingnya tema yang diangkat, seperti peran perempuan dalam dunia hukum dan konsep “Hukum Cinta”, yang dinilai relevan dalam membangun masyarakat yang inklusif dan berkeadilan.
Ia pun mengajak seluruh peserta untuk membawa cerita positif tentang Ambon ke daerah masing-masing, sekaligus menepis berbagai stigma negatif yang selama ini melekat pada kota tersebut.
Menutup sambutannya, Bodewin secara resmi mengakhiri kegiatan forum, seraya berharap nilai-nilai yang dihasilkan dapat terus dikembangkan di berbagai daerah.
Pertemuan Forum Dekan FSH PTKIN berikutnya dijadwalkan berlangsung pada Agustus mendatang, dengan lokasi yang akan diumumkan kemudian. **(NN)






