REDAKSITIMOR.COM, Jakarta, 19 Desember 2025 — Pada tahun 2025, persoalan kendaraan Over Dimension Over Load (ODOL) kembali menjadi perhatian nasional karena dampaknya terhadap meningkatnya risiko kecelakaan lalu lintas, kerusakan infrastruktur jalan, serta ancaman terhadap keselamatan pengguna jalan. Sebagai bentuk dukungan terhadap upaya penanganan ODOL di Jawa Timur, Jasa Raharja menghadiri Kegiatan Sosialisasi dan Normalisasi Kendaraan ODOL Tahun 2025 yang diselenggarakan oleh Balai Pengelola Transportasi Darat (BPTD) Kelas II Jawa Timur, Selasa (16/12/2025), di Gedung Tani Puspo Agro, Sidoarjo, Jawa Timur.
Kegiatan tersebut dihadiri oleh Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, Kakorlantas Polri Irjen Pol. Drs. Agus Suryonugroho, S.H., M.Hum., Direktur Jenderal Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan Dr. Drs. Aan Suhanan, M.Si., serta sejumlah pemangku kepentingan di sektor transportasi darat. Hadir pula perwakilan Jasa Raharja, PT Jasa Marga (Persero) Tbk, Asosiasi Karoseri Indonesia, Organisasi Angkutan Darat, dan stakeholder terkait lainnya.
Kehadiran pemerintah, kepolisian, serta para pemangku kepentingan, termasuk Jasa Raharja, mencerminkan komitmen negara dalam menjamin keselamatan masyarakat sekaligus memperkuat kualitas pelayanan publik di sektor transportasi.
Dalam sambutannya, Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi menegaskan bahwa kegiatan sosialisasi dan normalisasi ini merupakan langkah awal menuju target besar Indonesia Zero ODOL 2027. Ia juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah berpartisipasi aktif dalam mendukung agenda nasional tersebut.
“Target utama kita adalah mewujudkan Indonesia Zero ODOL pada tahun 2027. Hal ini bertujuan menciptakan sistem transportasi yang berkeselamatan dan berkeadilan, sekaligus memperkuat sistem logistik nasional. Kegiatan ini diharapkan terus berlanjut hingga 2027 dengan komitmen bersama seluruh stakeholder,” ujar Dudy.
Sementara itu, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menegaskan kesiapan Pemerintah Provinsi Jawa Timur dalam mendukung penuh program Zero ODOL. Menurutnya, normalisasi kendaraan ODOL sangat penting untuk mewujudkan tata kelola transportasi yang aman dan lancar, meningkatkan keselamatan masyarakat, serta mengurangi kerusakan jalan.
“Jawa Timur siap membangun koordinasi dan efektivitas pelaksanaan program Zero ODOL dengan target 2027. Sinergi lintas sektor, termasuk dengan pelaku usaha dan industri karoseri, menjadi kunci agar efisiensi dan produktivitas tetap terjaga,” ungkap Khofifah.
Pada kesempatan tersebut, Pelaksana Tugas Direktur Utama Jasa Raharja, Dewi Aryani Suzana, mewakili perusahaan menerima sertifikat penghargaan dari Menteri Perhubungan atas dukungan Jasa Raharja terhadap program penanganan ODOL. Penghargaan serupa juga diberikan kepada Korlantas Polri, Gubernur Jawa Timur, serta PT Jasa Marga (Persero) Tbk sebagai bentuk apresiasi atas kontribusi dan kolaborasi dalam penguatan tata kelola transportasi.
Dewi menegaskan bahwa penanganan kendaraan ODOL berkontribusi langsung terhadap peningkatan keselamatan berkendara. “Kendaraan yang tidak sesuai ketentuan dimensi dan muatan memiliki potensi risiko yang tinggi bagi pengguna jalan. Oleh karena itu, Jasa Raharja mendukung penuh langkah normalisasi kendaraan ODOL sebagai bagian dari upaya membangun sistem transportasi yang lebih aman,” ujarnya.
Ia menambahkan, sebagai penyelenggara asuransi kecelakaan lalu lintas, Jasa Raharja terus memperkuat kolaborasi lintas sektor agar perlindungan kepada masyarakat dapat berjalan optimal, mulai dari upaya pencegahan hingga penanganan pascakecelakaan.
Melalui dukungan terhadap kegiatan ini, Jasa Raharja terus memperkuat perannya dalam mendorong keselamatan berkendara dan memberikan perlindungan optimal kepada masyarakat. Komitmen melayani sepenuh hati diwujudkan melalui kolaborasi berkelanjutan dengan para stakeholder demi terciptanya transportasi darat yang lebih aman, tertib, dan berkelanjutan di Indonesia. **(NN)






