LIMA MARGA DARI DESA SIFNANA: LONDAR, LAMERE, LARATMASE, SAMANGUN JEMPORMASE, SECARA SWERI ADAT MENGGUGAT PEMDA KKT DI SAAT MELAKUKAN PERBAIKAN JALAN DI PASAR OMELE, JALUR PASAR IKAN DESA SIFNANA

REDAKSITIMOR.COM, Saumlaki 29 juni 2025, Terjadi SWERI dari lima marga di, di antaranya: MARGA Londar, Lamere, Laratmase, Samangun, Jempormase, di Dampingi Langsung Pengacara ANDREAS MATHIAS GO, SH.

Kami Menuntut kepada Pemerintah daerah ( PEMDA ) harus menyelesaikan harga tanah yang suda lama di sepakati mulai dari kepemimpinan pa Bupati BITSAEL TEMAR, PETRUS FATLOLON, sampai saat kepemimpinan baru yang ada saat ini: RIKY KAWERISA, selaku bupati Kabupaten kepulauan tanimbar.
Tuturnya Alo Londar.

Kami sebagai Anak Adat yang tentunya, Sangat kecewa dengan semua omong kosong dari kepemimpinan daerah yang baru selesai 15 tahun yang lalu.

Kami berani melakukan sesuatu menurut cara adat tanimbar, dan kesepakatan pemeritah daerah mulai dari pa bitsael teman, Pertrus Fatlolon, dan sampai saat ini, kepemimpinan yang baru Bupati Riky Jawerisa.

Melalui Cara yang kami buat, bukan sengaja, atau tida dengan sengaja, tetapi benar- benar kami melakuhkan SWERI ini untuk membuka mata dan pikiran dari pemerintah daerah ( PEMDA ) KKT, untuk menjadi perhatian serius spy bisa menyelesaikan tanggung jawab terhadap Lima ( 5 ) marga ini, yang selama ini kami mengharapkan, tetapi pemerintah daerah tutup mata terhadap Tanah adat milik Leluhur Dan Moyang” kami. Tandasnya Alo Londar sebagai perwakilan dari ke- Lima (5) marga.

Menurut pemahaman, dan harapan Kami dari Lima ( 5 ) marga ini, mungkin dari kepemimpinan Daera kabupaten Kepulauan tanimbar yang baru, pa Bupati Ryky Jawerisa, pasti suda bisa menyelesaikan hak kami yaitu tanah adat yg suda kami warisan dari Leluhur dan Moyang” kami, yang suda selama 16 tahun lebih, Tuturnya Alo Londar.

Kami sangat berharap dari pemerintah daerah supaya bisa sesegra mungkin dapat menyelesaikan harga tanah yang selama ini kami sebagai anak ada selalu berharap, dan kalau bole jangan ada janji- janji palsu seperti beberapa kepemimpinan yang suda berlalu, dan cara yang kami buat ini bisa menjadi titik jerah bagi semua anak tanimbar supaya selalu mempertahankan harkat dan martabat adat tanimbar tida boleh di permainan, Randasnya Alo Londar.

Melalui Cara cara yang kami buat ini untuk bisa membuka mata semua anak tanimbar yang kelak harus menjadi GARUDA Terdepan untuk membawa nama Tanimbar sampai kemana pun, untuk bisa menunjukan budaya adat tanimbar yang harus di lestarikan sampai kapanpun, dan tida mengecewahkan.Tuturnya Alo Londar dengan penuh harapan bagi pemerintah daerah. (SL)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *