RT.COM, Usia ke-451 Kota Ambon menjadi momentum untuk melihat kembali bagaimana kota ini dibangun, bukan hanya melalui pembangunan fisik, tetapi juga melalui kualitas manusia yang menjalankannya.
Pesan tersebut mengemuka dalam kegiatan “Doa untuk Ambon” di Gereja Maranatha Ambon, Jumat (4/9/2026). Wali Kota Ambon Bodewin M. Wattimena mengajak seluruh ASN Pemerintah Kota Ambon untuk menyatukan hati, pikiran, visi dan tujuan dalam menjalankan pemerintahan.
Bodewin menegaskan, setiap harapan untuk kemajuan Ambon harus diwujudkan melalui doa yang disertai kerja nyata. Ia juga mengingatkan ASN bahwa jabatan merupakan amanah yang harus dipertanggungjawabkan melalui pelayanan kepada masyarakat.
Memasuki sisa masa kepemimpinannya bersama Wakil Wali Kota Ely Toisutta sekitar tiga tahun tiga bulan, Bodewin meminta jajaran pemerintahannya menjaga kekompakan dan tidak berjalan dengan arah yang berbeda-beda.
Ia turut mengajak ASN mendoakan agar pemerintah pusat semakin memberikan perhatian terhadap kebutuhan pembangunan Kota Ambon, khususnya dukungan dana perimbangan keuangan daerah.
Selain itu, ASN diminta tetap terbuka terhadap suara masyarakat serta membangun hubungan kerja yang sehat, baik antara pimpinan, bawahan maupun sesama rekan kerja.
Sementara itu, Ketua MPH Sinode GPM Pendeta Zakarias Isak Sapulete menyoroti pentingnya integritas manusia sebagai fondasi pembangunan.
Mengacu pada Kejadian 2:15, 3 Yohanes 1:2 dan Amsal 11:11, Sapulete mengingatkan bahwa manusia memiliki tanggung jawab untuk mengusahakan sekaligus memelihara ciptaan.
Menurutnya, tema “Ambon Bersih, Maluku Sehat, Indonesia Maju” harus diwujudkan dalam tindakan nyata. Menjaga lingkungan, tidak membuang sampah sembarangan dan mencegah pencemaran merupakan tanggung jawab bersama.
Ia menegaskan bahwa kemajuan kota tidak cukup hanya dibangun melalui jalan, jembatan, gedung, pelabuhan maupun investasi. Semua itu membutuhkan manusia yang jujur, disiplin, bertanggung jawab dan berintegritas.
Karena itu, peringatan HUT ke-451 Kota Ambon menjadi pengingat bahwa masa depan kota tidak hanya bergantung pada pembangunan fisik, tetapi juga pada karakter masyarakat dan aparatur yang mengelolanya.
Kegiatan “Doa untuk Ambon” turut dihadiri Ketua DPRD Kota Ambon Morris Tamela, Kapolresta Pulau Ambon dan Pulau-Pulau Lease, unsur TNI/AL, pimpinan OPD serta ASN Pemerintah Kota Ambon. **(NN)






